Jumat, Agustus 21, 2026
Google search engine

Evaluasi LPPD Papua Tengah, Gubernur Meki : “LPPD Bukan Sekadar Dokumen Administratif”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Evaluasi Mandiri Tim Daerah Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 sekaligus persiapan penyusunan LPPD Tahun 2026 di Nabire, Kamis (20/8/2026).

Agenda ini dihadiri oleh perwakilan Ditjen EKPKD Kemendagri, Tim Daerah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tujuan mengevaluasi capaian kinerja dan memperkuat kapasitas aparatur dalam menyajikan laporan yang transparan serta akuntabel.

Hadir mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Staf Ahli Pemprov Papua Tengah, Herman Kayame membacakan sambutan tertulis Gubernur yang mengingatkan seluruh jajaran agar penyusunan dokumen laporan tidak dinilai sebagai kewajiban rutin semata. Ia menekankan pentingnya keakuratan data, ketepatan waktu, serta kolaborasi antarinstansi agar seluruh indikator kinerja daerah yang disajikan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“LPPD bukan sekadar dokumen administratif yang disusun untuk memenuhi kewajiban,” tegas Meki Nawipa.

Melalui pesan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa mendorong seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan hasil evaluasi ini sebagai bahan perbaikan nyata demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

(Red)

Kasus Pembunuhan Berencana Anak di Nabire Masuki Tahap II, Polres Limpahkan ABH ke Kejari

0

Globalpapua.id, NABIRE – Penanganan perkara dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Kabupaten Nabire resmi memasuki tahap penuntutan. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Polres Nabire melaksanakan Tahap II dengan menyerahkan ABH beserta barang bukti kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire, Rabu (19/8/2026).

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menyampaikan bahwa pelimpahan ini menandai selesainya seluruh proses penyidikan di tingkat kepolisian.

Pemberitahuan berkas P-21 diterima penyidik pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIT. Selanjutnya, pada Rabu pukul 10.00 WIT, penyidik menyerahkan ABH dan barang bukti ke Kejari Nabire untuk dilanjutkan ke proses penuntutan di pengadilan.

“Dengan telah dinyakatannya berkas perkara lengkap, penyidik telah melaksanakan Tahap II, yaitu penyerahan anak dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum untuk selanjutnya memasuki proses penuntutan,” ujar AKBP Samuel.

Sebelum pelimpahan, penyidik Satreskrim Polres Nabire telah melengkapi rangkaian tindakan penyidikan, mulai dari pemeriksaan saksi, pemeriksaan ABH dengan mekanisme khusus, pengumpulan dan penyitaan barang bukti, pemeriksaan ahli, hingga reka ulang (rekonstruksi). Seluruh proses tersebut dipastikan berjalan berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang sah.

Meski berhadapan dengan pasal berat, kepolisian menegaskan penanganan perkara ini tetap mengacu pada Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Hak-hak anak dijamin tetap dilindungi selama proses hukum berjalan.

“Perlindungan terhadap anak tidak berarti menghilangkan pertanggungjawaban hukum. Proses hukum tetap dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan, namun dengan menerapkan mekanisme khusus sebagaimana diwajibkan dalam Sistem Peradilan Pidana Anak,” Kapolres Samuel.

Kapolres juga mengimbau publik dan media massa untuk tidak menyebarluaskan identitas ABH termasuk foto wajah, alamat, sekolah, maupun identitas keluarga demi menjaga kerahasiaan dan masa depan anak sesuai amanat undang-undang.

(Alvi)

Semarak HUT Ke-81 RI, BMP RI Nabire Gelar Aksi Bersih dan Bagi Sembako di Pasar Karang, Samuel Sauwyar : “Bentuk Kebersamaan dalam Mengisi Kemerdekaan”

0

Globalpapua.id, NABIRE — Gelora memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nabire berlangsung penuh antusiasme pada Kamis (20/8/2026).Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Nabire menggelar aksi sosial yang dipusatkan di depan Kios Panjang Pasar Karang Tumaritis. Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WIT dengan aksi pembersihan lingkungan pasar yang melibatkan personel TNI AL Nabire, prajurit Kodim 1705/Nabire, mama-mama pedagang, hingga anak-anak dan warga setempat.

Atmosfer peringatan kemerdekaan kian meriah saat panitia membagikan 250 paket bantuan bahan makanan (bama) fokus beras secara mandiri dari internal organisasi. Kehadiran bantuan ini menghadirkan kebahagiaan bagi mama-mama pedagang kecil yang kerap mengeluhkan sepinya jualan dari pagi hingga sore hari.

Kemeriahan pun makin memuncak lewat pelbagai Perlombaan Rakyat, seperti lomba makan kerupuk, kelereng, hingga tarik tambang. Warga dan anak-anak Pasar Karang bersuka cita memperebutkan beragam hadiah bervariasi hingga acara berakhir.

Wakil Ketua I DPD BMP RI Papua Tengah sekaligus perwakilan pengurus BMP RI Kabupaten Nabire, Samuel Sauwyar, menegaskan bahwa aksi sosial seperti ini akan rutin dilaksanakan pada setiap momen hari besar nasional hingga menyasar panti asuhan.

“Di momen Kemerdekaan Ke-81 ini, kita hadir langsung melakukan kegiatan positif di Pasar Karang. Ini bentuk kebersamaan kita dalam mengisi kemerdekaan dan membantu kebutuhan mama-mama di pasar,” ungkap Samuel Sauwyar

Melalui momentum HUT Ke-81 RI ini, seluruh masyarakat Nabire diimbau untuk terus memelihara kebersihan lingkungan, ketertiban, serta kedamaian bersama di mana pun berada.

Diharapkan pula adanya sinergi serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah setempat agar dapat terus berkolaborasi dengan DPC BMP RI Nabire, sehingga kegiatan-kegiatan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

(ALVI)

LMA Nabire Gelar Pawai Budaya Nusantara dan Deklarasi Damai Sambut HUT RI ke-81

0

Nabire, Papua Tengah | Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menggelar Deklarasi dan Pawai Masyarakat Adat Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026), di Taman Gizi Oyehe, Distrik Nabire.

Kegiatan bertema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai” ini dipimpin Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro didampingi Korwil LMA Papua Tengah Yona Kogoya, serta diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai suku dan elemen masyarakat.

Hadir mewakili Bupati Nabire, La Halim, S.Sos (Asisten I Setda Nabire), bersama Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, unsur TNI-Polri, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Yona Kogoya menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian.

Ia juga menekankan komitmen LMA dalam menolak kekerasan, kebencian, serta mengajak seluruh masyarakat hidup rukun dan mendukung pembangunan di Papua Tengah, terutama melalui peningkatan pendidikan generasi muda.

Sementara itu, Karel Misiro menyampaikan bahwa deklarasi menjadi simbol persatuan masyarakat adat dalam menyambut HUT RI ke-81 serta memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai warisan leluhur.

Mewakili Bupati Nabire, La Halim menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi LMA sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia lahir dari keberagaman, sehingga perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.

Dalam deklarasi yang dibacakan Karel Misiro, masyarakat adat menyatakan komitmen untuk:

Menjadikan keberagaman sebagai kekuatan persatuan.

Menolak provokasi, hoaks, kekerasan, dan konflik antarsuku.

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mendukung program pembangunan demi kesejahteraan Papua Tengah.

Usai deklarasi, peserta melaksanakan pawai budaya mengelilingi Kota Nabire dengan rute Taman Gizi Oyehe hingga Kalibobo dan kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan berakhir pada pukul 17.20 WIT.

(Red)

Meriahkan HUT Ke-81 RI, GAMKI dan BMP RI Nabire Gelar Seminar dan Lomba Menulis Esai

0

Globalpapua.id, NABIRE – Tim Caretaker DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nabire berkolaborasi dengan Barisan Merah Putih (BMP) RI Nabire menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan serta Penyerahan Hadiah Lomba Menulis Esai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI di Nabire, Papua Tengah. Rabu (19/8/2026).

Kegiatan bertema “Semangat Kemerdekaan Membangun Generasi Papua Tengah Yang Cerdas, Nasionalis, Kreatif, Berdaya Saing, dan Berakhlak” ini dihadiri jajaran perwakilan DPR Papua Tengah, Danlanal Nabire, perwakilan Dandim 1705 Nabire, Dinas Pendidikan Kabupaten, serta peserta dari pelajar dan mahasiswa.

Selain pemaparan materi kebangsaan, panitia menyerahkan total hadiah uang pembinaan Rp10 juta beserta medali apresiasi kepada para pemenang lomba esai yang tersaring dari 24 naskah peserta.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dina Pidjer, saat membuka acara secara resmi menekankan pentingnya menanamkan nilai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bekal kehidupan sehari-hari bagi para pelajar.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Jadilah generasi yang cerdas, nasionalis, kreatif, berdaya saing, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan menuju Indonesia Emas,” tegas Dina Pidjer.

Di sisi lain, Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, menyoroti tantangan penurunan minat dan kualitas literasi menulis anak muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pihaknya mencatat masih banyak karya esai yang belum memenuhi kriteria dasar penulisan, bahkan ditemukan praktik instan copy-paste dari internet.

Melalui kegiatan ini, GAMKI berharap Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan terkait dapat menyelenggarakan pelatihan menulis secara berkelanjutan guna mengasah daya kritis dan budaya literasi generasi muda Papua Tengah.

(Alvi)

Semarakkan HUT RI ke-81, Mantan Lurah Sanoba Pelopori Peringatan Kemerdekaan Bersama Warga

0

Globalpapua.id, NABIRE (Papua Tengah) — Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, nuansa penuh semangat nasionalisme dan kebersamaan menyelimuti Kampung Sanoba, Kabupaten Nabire. Mantan Lurah Sanoba periode 1992–1997 Donatus Sembor memelopori serangkaian kegiatan pesta rakyat untuk menghidupkan kembali euforia kemerdekaan di tengah masyarakat. Senin (17/8/2026)

Penggagas kegiatan sekaligus mantan Lurah Sanoba menceritakan kilas balik pengalamannya saat dilantik pada 26 Agustus 1992. Kala itu, ia bertugas merintis wilayah Sanoba di tengah masa pemekaran daerah. Meski dahulu fasilitas dan anggaran dana bantuan desa sangat terbatas, komitmen untuk menyatukan dan menyemarakkan bulan kemerdekaan setiap Juli hingga Agustus selalu rutin dijalankan bersama perangkat desa dan warga.

Donatus mengungkapkan keprihatinannya bahwa dalam beberapa tahun terakhir, makna perayaan kemerdekaan sering kali hanya dirasakan oleh kalangan pejabat atau terpusat di perkotaan. Warga di daerah pinggiran kerap kali luput dari kemeriahan tersebut. Oleh karena itu, momentum HUT RI ke-81 tahun ini dijadikan ajang untuk merangkul kembali seluruh lapisan masyarakat.”Ungkapnya”.

Berbagai kegiatan perlombaan digelar untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, di antaranya:

Lomba Sepak Bola Mini: Pertandingan olahraga antar-RT yang memanfaatkan lapangan setempat.

Lari Maraton: Kegiatan olahraga bersama bagi warga kampung.

Lomba Panjat Pinang: Disediakan dalam dua kategori, yakni pohon yang lebih pendek untuk tingkat remaja dan pohon yang lebih tinggi untuk dewasa.

Kerja Bakti & Kebersihan Lingkungan: Aksi gotong royong membersihkan area pemukiman warga.

Selain perlombaan, gerakan pembagian bendera Merah Putih juga dilakukan bagi warga yang kurang mampu. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap halaman rumah warga dapat mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol penghormatan atas perjuangan para pahlawan.

Melalui perayaan yang meriah dan inklusif ini, diharapkan semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan dapat terus tertanam kuat di sanubari warga Kampung Sanoba demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Septi)

Rayakan HUT Ke-81 RI di Moanemani, TNI-Polri Berbagi Sembako Ke Masyarakat

0

Globalpapua.id, DOGIYAI— Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kolaborasi tokoh adat, TNI-Polri, dan Forkopimda Kabupaten Dogiyai membagikan 300 paket sembako serta bendera Merah Putih kepada warga setempat, Senin (17/8/2026).

Aksi sosial yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Dogiyai dan dilanjutkan ke kawasan Pasar Ikebo, Moanemani, ini hadir sebagai wujud kepedulian nyata untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Papua Tengah tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Kapolres, hingga Dandim 1705/Nabire. Kehadiran para pimpinan bersama tokoh adat di tengah kerumunan warga membawa suasana hangat sekaligus menjadi sarana untuk memupuk kembali nilai-nilai nasionalisme serta kebersamaan. Warga menyambut antusias deretan bendera yang dibagikan untuk segera dikibarkan di kediaman masing-masing.

Pengawalan kegiatan yang dikoordinasikan langsung oleh tokoh adat bersama Danramil 1705-04/Moanemani Kapten Inf Isak Yusuf Rumy ini berjalan aman dan kondusif hingga siang hari. Sinergi lintas elemen ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kestabilan keamanan serta mempererat ikatan persaudaraan di Kabupaten Dogiyai.

”Bukan cuma berbagi sembako, ini soal rasa saudara dan menjaga rumah kita bersama agar tetap damai serta kondusif,” ujar Danramil 1705-04/Moanemani Kapten Inf Isak Yusuf Rumy di sela-sela pembagian bantuan.

(Red)

MenHAM RI Natalius Pigai Kunjungi DPR Papua Tengah, Ini Pembahasannya

0

Globalpapua.id, NABIRE – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menggelar kunjungan silaturahmi ke Gedung DPR Papua Tengah yang dihadiri oleh pimpinan dewan, tokoh adat, Majelis Rakyat Papua (MRP), mahasiswa, hingga elemen masyarakat pada Senin Sore (17/8/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai isu krusial, mulai dari keberadaan pasukan non-organik, penanganan warga pengungsi, hingga dugaan pelanggaran HAM yang melibatkan pihak militer maupun Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Menanggapi hal tersebut, Natalius Pigai menegaskan pentingnya validitas informasi dalam penanganan masalah.

“Setiap laporan dan isu yang disampaikan harus disertai data serta bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan agar dapat ditangani secara fakta dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Aspirasi yang diserap juga mencakup usulan evaluasi pendekatan keamanan, penambahan pasukan organik lokal, hingga permohonan mediasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan tokoh masyarakat dengan Presiden RI. DPR Papua Tengah berkomitmen untuk menampung seluruh masukan tersebut dan meminta pemerintah daerah segera menyiapkan data valid terkait penanganan warga terdampak konflik.

Selain itu, masyarakat adat beserta para aktivis didorong untuk terus mengawal kasus-kasus wilayah secara hukum. Kementerian HAM pun diharapkan dapat mengawal seluruh aspirasi ini ke tingkat pemerintah pusat guna memastikan tindak lanjut yang konkret.

Pembahasan dalam pertemuan ini menyimpulkan pentingnya penanganan isu HAM dan keamanan berbasis data yang akurat serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam proses advokasi hukum.

Harapannya, seluruh aspirasi yang telah ditampung dapat segera diteruskan ke pimpinan pemerintah pusat untuk menghadirkan evaluasi pendekatan keamanan, percepatan pembangunan yang damai, serta terwujudnya kesejahteraan dan rasa aman yang berkelanjutan di Tanah Papua.

(Alvi)

Hadiri Upacara HUT Ke-81 RI di Nabire, MenHAM: “Jangan Hanya Dirasakan di Pusat Kota”

0

Globalpapua.id, NABIRE— Semangat kemerdekaan Indonesia diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat hingga ke berbagai daerah, tidak hanya di pusat-pusat kota. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Upacara pengibaran bendera tersebut berlangsung di lapangan Gedung Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

MenHAM Natalius Pigai Dalam keterangannya setelah mengikuti upacara, narasumber menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan perlu dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

“Memang semangat upacara kemerdekaan itu harus dirasakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak seharusnya hanya dirasakan di pusat-pusat kota seperti Jakarta. Oleh karena itu, seluruh pejabat dan masyarakat di berbagai daerah diharapkan dapat bersama-sama menjaga serta menyebarkan semangat kemerdekaan.

“Jangan hanya dirasakan di pusat-pusat kota seperti Jakarta,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kemerdekaan dapat terpancar dari Sabang sampai Merauke, termasuk di setiap provinsi, kabupaten, dan kota.

“Oleh karena itulah, seluruh pejabat maupun rakyat harus bersama-sama, agar api pilar kemerdekaan itu bisa terpancar dari Sabang sampai Merauke, di setiap sudut, setiap provinsi, setiap kabupaten dan kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut juga penting dirasakan terutama di wilayah-wilayah yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Peringatan Hari Kemerdekaan di Papua Tengah menjadi salah satu momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan serta memastikan nilai-nilai kemerdekaan dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

(Alvi)

Kado HUT ke-81 RI Untuk Papua Tengah, Pemprov Luncurkan Penerbangan Subsidi

0

Globalpapua.id, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan program penerbangan subsidi bagi masyarakat di sejumlah wilayah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Peluncuran berlangsung di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, dan turut dihadiri Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, serta unsur Forkopimda dan jajaran TNI-Polri.

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Negara ini perlu hadir untuk menjamin rakyatnya di atas tanah ini,” ujar Gubernur Papua Tengah.

Ia menjelaskan, subsidi penerbangan mencakup rute Nabire–Mulia, Nabire–Ilaga, dan Nabire–Sugapa dengan frekuensi tiga kali penerbangan pulang-pergi setiap pekan. Selain itu, tersedia penerbangan menuju Enarotali dan Waghete masing-masing dua kali.

Program tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir 2026 melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT AMA (Associated Business Aviation).

Menurutnya, penerbangan subsidi merupakan bagian dari percepatan pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi antarkabupaten.

“Kita mempermudah transportasi dari kabupaten ke ibu kota provinsi dan begitu juga kembali ke kabupaten,” katanya.

Selain penerbangan subsidi, Gubernur Papua Tengah juga menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah, di antaranya pendidikan gratis yang telah menjangkau sekitar 58 ribu anak sekolah, pembiayaan pendidikan bagi 6.000 mahasiswa, serta pembiayaan bagi 1.800 guru untuk memperoleh sertifikasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan mereka.

Ia berharap program penerbangan subsidi dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan membantu memperlancar aktivitas serta pembangunan di Papua Tengah.

(Alvi)

MOST COMMENTED

- Advertisement -
Google search engine